Mahasiswa Universitas Islam Aceh Laksanakan KPM dan Aksi Peduli Lingkungan di Penanggalan

LEUSER NEWS

- Redaksi

Minggu, 6 Juli 2025 - 00:24 WIB

50350 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Mahasiswa Universitas Islam Aceh (UIA) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Kegiatan ini ditandai dengan seremoni penyerahan program KPM kepada masyarakat desa serta aksi penanaman pohon di area Masjid Desa Penanggalan.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025 ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Aceh, Dr. Nazarudin, bersama sejumlah tokoh penting di wilayah Kecamatan Penanggalan, termasuk Camat Penanggalan, perwakilan dari Polsek Penanggalan, Babinkamtibmas Aipda Zulfan Gecik, dan jajaran perangkat desa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan dan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan tinggi, pemerintah setempat, serta masyarakat dalam mewujudkan kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor UIA Dr. Nazarudin menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini adalah bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmunya secara langsung di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Leuser News - Dari Leuser, Untuk Negeri

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mahasiswa hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk belajar bersama masyarakat, memahami persoalan di lapangan, dan ikut serta menjadi bagian dari solusi,” ungkap Dr. Nazarudin.

Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIA di Desa Penanggalan berfokus pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian alam. Salah satu bentuk konkretnya adalah penanaman pohon di sekitar masjid desa yang tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memberikan nilai estetika dan kesejukan lingkungan sekitar.

Kepala Desa Penanggalan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa UIA yang telah memilih desanya sebagai lokasi pengabdian. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kegiatan lain yang bersifat edukatif dan partisipatif.

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Ini bukti nyata bahwa dunia kampus bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat desa, dan bersama-sama membangun perubahan dari akar rumput,” ujarnya.

Sementara itu, Babinkamtibmas Penanggalan Aipda Zulfan Gecik menambahkan bahwa kegiatan penanaman pohon dan pengabdian sosial ini juga berkontribusi terhadap ketahanan sosial masyarakat, sebab membangun desa tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga nilai-nilai kepedulian sosial dan lingkungan.

Penanaman pohon secara simbolis dilakukan di halaman Masjid Desa Penanggalan dengan melibatkan mahasiswa, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Jenis pohon yang ditanam meliputi pohon pelindung dan tanaman buah, yang diharapkan dalam beberapa tahun ke depan akan memberikan manfaat jangka panjang.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun desa dengan pendekatan kolaboratif dan berwawasan lingkungan. Sinergi yang terbangun antara universitas, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan program pengabdian ini.

Di akhir kegiatan, mahasiswa UIA menyerahkan simbolis program kerja yang akan dijalankan selama masa KPM berlangsung. Mereka berkomitmen untuk terus berinteraksi dan melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan, dengan harapan tercipta proses saling belajar dan bertumbuh bersama.

Kegiatan KPM Universitas Islam Aceh di Desa Penanggalan diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah lain. Semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi landasan utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Laporan: Syahbudin Padank
Redaksi Media

Berita Terkait

Kebebasan Pers Terancam: Syahbudin Padank Menghadapi Teror dan Ancaman Setiap Hari!
Camat Main Ancaman, Media Ditantang Duel, Dugaan Pungli Dana Desa Kian Terkuak
Kebebasan Pers Bukan Alat Fitnah: Warga Subulussalam Laporkan Oknum Wartawan Ramona ke Polisi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:40 WIB

Dari Lahan Air Joman untuk Negeri: Jajaran Pemasyarakatan Sumut dan Pemda Asahan Tancap Gas Tanam Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional!

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:01 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Tegas Bantah Isu Negatif soal Lodes dan Narkoba dari Media OnlineKalapas Labuhan Ruku Tegas Bantah Isu Negatif soal Lodes dan Narkoba dari Media Online

Berita Terbaru